Saturday, October 10, 2009


"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"


ARTIKEL
Arkib Artikel
Hantar Artikel

Indeks > Jalan Dakwah > HAKIKAT JALAN INI
HAKIKAT JALAN INI

Author : tajulrijal
Article ID : 39
Audience : Umum
Version 1.00.01
Published Date: 2009/10/6 14:39:59
Reads : 22
Jalan Dakwah

Hakikat Jalan Ini…

www.cetusanminda.wordpress.com

Kita sudah yakini jalan ini sebagai jalan kita. Jalan yang kita lalui ini sudah kita yakini dengan sepenuh hati kita sebagai satu jalan yang pasti. Kita sudah yakini tugas kita adalah untuk membawa ummat kepada janji Allah!!

Jalan ini kita yakini sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai redha Allah. Kita sudah melihat bahawa apa yang ingin dibawa oleh jalan ini adalah untk membentuk ummat Islam yang benar-benar ummat Islam yang mampu menjadikan Islam sebagai Ustaziyatul Alam. Yang punya kualiti yang mantap. Yang punya jiwa yang tegar. Yang punya keberanian yang tegap teguh.
Dan sudah kita lihat dan alami sendiri yang kita pernah dididik dengan sistem yang bukan sistem Islam.Atau hanya celupan sistem Islam. Dan setelah itu kita telah ,dengan izin Allah, memilih untuk berada dalam Islam yang benar. Bernafas dalam jalan Islam. Melangkah dalam Islam. Bercakap dalam Islam.

Dan kita gembira dengan perubahan yang kita ambil.Dengan revolusi yang kita ambil.Kita gembira dengan perubahan kita.Pada muamalah dan pergaulan.Pada akhlak dan sikap.Pada keberanian dan kesungguhan.Pada iktikad dan prinsip.Pada pergerakan dan organisasi. Kita sudah melihat perubahan yang aneh tetapi indah pada diri kita dan kita ingini kebaikan ini untuk semua.

Apa yang kita lakukan bukanlah perkara yang kecil dan remeh.Bahkan inilah perkara yang besar.Kita ingin membentuk ummat yang mantap dan menyampaikan Islam itu kepada semua.Apa yang kita lakukan bukan hanya ibadat khusus seperti solat dan lain-lain.Tetapi apa segalanya yang kita lakukan adalah ibadat. Dari kita bernafas,bercakap sehinggalah keinginan kita untuk membentuk sebuah negara Islam,membangunkan khalifah serta menjadikan Islam sebagai Ustaziyatul Alam adalah satu ibadah yang besar.

Tetapi semua itu perlu bermula dengan asas yang kukuh.Asas yang bermula dari kelompok-kelompok yang punya visi dan misi yang sama.Yang bergerak dengan aturan dan saf yang sempurna dan terarah. Yang punya kekuatan secara jama’i bukan anani..

Segalanya bermula dengan kelompok-kelompok itu yang punya kesedaran bahawa hanya untuk membawakan ummat kembali kepada yang haq hanya lah dengan jalan ini.Yang punya keinginan yang kuat yang sama seadanya.Yang punya keyakinan pada jalan ini.

Ya Ikhwah..kitalah penggeraknya..

Dalam kita menjalani jalan ini, amatlah bohong dan satu penafian jika kita mengatakan tiada cabaran yang kita hadapi.

Amatlah dangkal kalau kita katakan jalan ini amat mudah, amat senang.

Tidak ada cabaran. Tidak ada kekangan. Tidak ada tekanan.

Wahai Ikhwah dan Akhwat..

Ingatlah!! Ingatlah pada janji Allah ….

Al-Ankabut 2-3: 2. Patutkah manusia menyangka Bahawa mereka akan dibiarkan Dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)?

3. dan Demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang Yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian Yang demikian), nyata apa Yang diketahui Allah tentang orang-orang Yang sebenar-benarnya beriman, dan nyata pula apa Yang diketahuiNya tentang orang-orang Yang berdusta.

Telah jelas Allah mengatakan bahawa keimanan itu akan disertakan dengan ujian. Jalan ini juga akan disertakan dengan ujian yang berat. Akan datang saat ujian yang amat berat untuk kita. Adakah kita akan bertahan??

Ujian itu adalah cara Allah untuk melihat sejauh mana kita tegar untuk membawa kalimah Nya..

Ujian Allah itu dalam macam-macam bentuk. Allah sudah perlihatkan kita pada kitab Nya yang suci yang kita jadikan sebagai panduan kita. Kisah bangsa-bangsa terdahulu yang menentang nabi-nabi mereka yang membawa kebenaran.

Kita telah lihat bagaimana ujian yang diberikan kepada pemuda-pemuda Kahfi sehingga mereka terpaksa lari demi menjaga dakwah itu sendiri :

14. dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian), semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata: “Tuhan Kami ialah Tuhan Yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi; Kami tidak sekali-kali akan menyembah Tuhan Yang lain dari padanya; jika Kami menyembah Yang lainnya bermakna Kami memperkatakan dan mengakui sesuatu Yang jauh dari kebenaran.”

Lalu Allah memberikan mereka kekuatan dan keberanian untuk dakwah mereka. Dan ketika mereka bangkit dari tidur setelah ditidurkan oleh Allah, mereka melihat kaum mereka sudah menerima dakwah mereka!!

Mereka terpaksa lari bukan kerna takut.Tetapi kerna dakwah itu sendiri.

Kita lihat juga bagaimana Nabi terdahulu seperti Nabi Hud,Shaleh,Nabi Musa dan Isa,Nabi Zakaria dan Nabi yang lain nya. Mereka ditentang dengan tentangan yang dahsyat. Bahkan justeru tentangan itu adalah harga nyawa mereka sendiri.

Kita lihat juga junjungan kita, dalam membawa dakwah baginda yang dengan nya kita bernafas dalam Islam pada hari ini.Baginda juga ditentang dengan tentangan yang dahsyat dan kejam. Diuji dengan penyeksaan dan kelaparan. Dilawan dengan pengasingan dan peperangan. Tetapi baginda tetap tegar di jalan dakwah ini.Jalan yang kita cuba ikuti hari ini.

Lalu kita lihat juga pejuang yang tidak jauh dari kita. Al-Imam Hassan Al Banna yang jalan juang dakwah yang dibawakan kepada kita hari ini adalah nyawanya sendiri. Dia ditembak pada dadanya sebanyak dua kali yang kemudian meragut nyawanya.

Lihat pula Zainab Al-Ghazali. Kehidupan nya adalah kehidupan penjara. Kehidupannya adalah manifestasi sebuah perjalanan yang dahsyat.Biar dipenjara dan diseksa. Tetap Allah dan Rasul itu utama.

Lihat pula Syed Qutb. Dia memilih kematian yang sejajar dengan buku terakhir yang ditulisnya iaitu Petunjuk Sepanjang Jalan. Dia memilih kematian kerna dakwah sebagaimana Ghulam dalam surah Al-Buruj dalam peristiwa Ashabul Ukhdud.

Lihat pula Mustafa Masyhur. Walau dipenjara.Walau diseksa.Allah dan Rasul itu utama.Jalan dakwah ini utama.Penjara dan seksaan tidak mampu melemahkan mereka.

Dan ramai lagi antara mereka!!

Kerna mereka ingat pada janji Allah!!

33. dan tidak ada Yang lebih baik perkataannya daripada orang Yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal Yang soleh, sambil berkata: “Sesungguhnya Aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)!”

Mereka pasti bahawa di penghujung nya adalah redha Allah.Mereka yakini untuk jalan ini kerna mereka hanya inginkan redha Allah dan redha Allah itu lah nikmat terbesar bagi mereka.

Mereka tidak takuti akan kematian dan seksaan yang sementara oleh golongan yang menentang.Kerna mereka yakini janji Allah itu pasti.

Lihatlah. Mereka itu pembawa jalan ini.Adakah kita ingin menjadi penonton sahaja??

Kita juga akan mengalami tentangan yang bermacam-macam.

155. Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu Dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. dan berilah khabar gembira kepada orang-orang Yang sabar

Maka ujian itu tidak lebih dari untuk melihat siapa diri kita dan potensi kita untuk lebih maju. Mungkin wujud pada kita tentangan dari kata-kata yang menyakitkan. Mungkin wujud tentangan dari pemulauan.Mungkin wujud tentangan dari penyeksaan.Mungkin wujud ujian dari keadaan.Mungkin wujud tentangan dari ketidakfahaman.Kita tidak menyalahkan mereka.Tentangan itu mungkin wujud dari ketidakfahaman dan pengenalan terhadap apa yang kita bawakan. Penentang itu barangkali akan menjadi penyokong yang paling kuat.

Maka ingatlah pesan Allah.Bersabar!!

Dan teruskanlah gerak perjuangan ini.

Itu semua adalah sunnatullah!! Kita sudah yakini ini lah jalan kita. Kita sudah yakini ini yang kita inginkan.

Jika itulah harganya untuk kita,maka itulah harga yang kita akan bayar.Jika itulah apa yang diperlukan untuk jalan ini,itulah yang akan kita berikan.Jika itu apa yang perlu kita jalani,itulah yang akan kita tapaki.

Kerna kita yakin janji Allah itu pasti!!!!

Saturday, October 3, 2009

Agama itu Nasihat


"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"

Menjadi dambaan bersama tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat, hidup berdampingan saling mencintai dalam lingkungan ukhuwah Islamiyah yang diikat dengan kesatuan aqidah, kesatuan bendera, dan kesatuan manhaj dalam mengarungi bahtera kehidupan. Namun, tentulah hal itu tidak mudah untuk direalisasikan manakala masing-masing individu kita sudah hilang kepeduliannya terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, sementara Islam datang sebagai agama nasehat yang bila saja setiap individu muslim melaksanakan apa yang terkandung dari makna-makna nasehat itu tentulah akan terwujud apa yang menjadi dambaannya.
Lebih dari itu, nasehat adalah merupakan sunnah-sunnahnya para rosul. Berkata Nuh ‘alaihis salam kepada kaumnya, “Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak ketahui.” (QS Al A’raaf: 62). Hud berkata kepada kaumnya, “Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” (QS Al A’raaf: 68). Sholeh berkata kepada kaumnya, “Aku telah menyampaikan amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat.” (QS Al A’raaf: 79). Syu’aib berkata kepada kaumnya, “Aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?” (QS Al A’raaf: 93).
Cukuplah seseorang dikatakan mulia bila ia melakukan apa yang telah dilakukan oleh makhluk yang paling mulia yaitu para nabi dan rosul (dalam hal menyebarkan nasehat) apalagi bila diketahui bahwa nasehat adalah amalan yang paling afdhol, seperti pernyataan Imam Abdullah ibnul Mubarak saat ditanya amalan apakah yang paling afdhol, beliau menjawab, “Nasehat karena Allah.” Dalam Shahih Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Ruqoyah Tamim bin Aus Ad Daary, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasehat.” Kami bertanya, “Untuk siapa wahai Rosulullah?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, kitabNya, dan rosulNya, dan bagi para pemimpin Islam, dan bagi muslimin umumnya.” Hadits ini mempunyai kedudukan yang agung dimana memberikan nash bahwa tiang agama dan pondasinya adalah nasehat. Dengan keberadaannya maka agama pun akan tetap tegak di tengah-tengah kaum muslimin, sebaliknya dengan lenyapnya nasehat maka akan terjadilah kepincangan di tengah-tengah mereka dalam seluruh aspek kehidupannya.

Friday, October 2, 2009

ibrah dari sang labah-labah


"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"

"Perumpamaan orang2 yg mengambil pelindung selain Allah adalah seperti labah-labah yg membuat rumah...Dan sesungguhnya rumah yg paling lemah ialah rumah labah-labah sekiranya mereka mengetahui..." [al-Ankabut 29:41]
"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"

Hujan..


"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"

Hujan, oh hujan...Hujan yg turun bagaikan mutiara...Sejak akhir2 ni Manipal sering dilanda hujan. Sejuk tol kt Manipal ni kalau musim hujan..tp kadang2 tu rasa rimas gak gak sebab susah nk kuar..Tp bila dipikir balik, hujan yg turun bagaikan satu rahmat yg besar dari Allah buat bumi Manipal..Kedinginan yg mengasyikkan dan limpahan hujan yg menyuburkan tumbuh-tumbuhan...
"(Dialah) yg menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yg menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Kerana itu janganlah kamu mengadakan tandingan2 bagi Allah, padahal kamu mengetahui.." [al-Baqarah 2:22]
Subhanallah, Allah Maha Hebat dan Maha Pemurah..Semoga setiap bumi yg diturunkan hujan mendapat Rahmat dan Lindungan dari Allah..Begitu jugak ngan Malaysia...

Tuesday, September 29, 2009


"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"

Allhamdulillah, pembuka bicara..rasa syukur yg tak terhingga pada Allah, Satu-satunya Tuhan, Tiada Tuhan melainkan Allah....Dah lama rasa nye tak menulis blog..maklumlah sibuk untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan tempat baru..Manipal,India, bakal mengajar diriku erti berdikari yang sebenarnya..tempat yang bukan sahaja akan menambahkan ilmu medic ku tapi jugak ilmu berkaitan dengan hidup..bagaimana untuk menjadikan hidup ini lebih bererti...Kehidupan di sini benar2 membuatkan aku terpaksa membuka minda dan berani mengambil keputusan sendiri tanpa pergantungan daripada mak dan ayah.........Terasa beban itu berat, banyak yg perlu diselesaikan..merasakan diri ini terlalu kerdil dan lemah..Manusia mmg begitu, bila berhadapan dgn kemewahan dan kesenangan..merasakan diri ini hebat tanpa perlu pertolongan daripada orang lain( terutamanya dari Allah..)Bila dilanda musibah, baru sibuk mencari Allah dan rakan2 sekeliling..
Ya Allah, kuatkanlah imanku, tetapkanlah imanku, peliharalah imanku, jauhkan lah imanku daripada segala maksiat, kekotoran, kejahatan, sifat2 mazmumah dan perkara2 yg boleh menjauhkan hati ini daripada Mu Ya Allah..Berilah kekuatan kepadaku untuk mengharungi segala dugaan ini..moga segala ujian dan dugaan yg Kau berikan mampu membuatkan aku semakin dekat di sisiMu...Amin
Ikhlas di perantauan..................

Tabah Terhadap Kesusahan Untuk Agama


"Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani"

Meniti kehidupan baru di perantauan, kadang kala menjadikan hati ini lemah..rasa rindu pada keluarga, kampung halaman, menyebabkan hati ini meronta, menangis dan kesepian...Namun, takdir Allah menempatkan aku di sini bukan untuk menganiaya ku, tapi ada tugas dan amanah besar yg perlu dilaksanakan...Tidak mungkin bagi orang yang lemah seumpama kita untuk menanggung kesusahan dan kepayahan dalam menyebarkan agama sebagaimana yang telah ditanggung oleh Rasulullah s.a.w dan para sahabat. Malah berniat untuknya pun adalah susah.

Kitab-kitab sejarah penuh dengan kisah-kisah sedemikian tetapi untuk beramal dengannya telah menjadi perkara yang asing. Malah kita tidak ingin pun bersusah-payah untuk mengambil tahu tentang kisah-kisah tersebut.

Dalam bab ini dinukilkan beberapa kisah sebagai contoh. Saya memulakan dengan kisah Nabi Muhammad s.a.w kerana menyebut Baginda ialah asbab keberkatan. Perjalanan Nabi s.a.w ke Taif Setelah mendapat tugas kenabian, Nabi s.a.w menjalankan usaha dakwah di Mekah selama sembilan tahun dan terus berusaha demi petunjuk dan islah kaum Baginda s.a.w.

Dikalangan orang yang menolong Baginda s.a.w, terdapat hanya segolongan kecil daripada mereka yang telah menerima Islam serta segelintir orang yang masih belum memeluk Islam. Kebanyakan orang kafir Mekah berusaha sedaya upaya untuk menyusahkan dan mempersendakan Baginda s.a.w serta para Sahabat r.a dengan berbagai-bagai cara tanpa melepaskan sebarang peluang yang ada. Bapa saudara Baginda s.a.w, Abu Talib juga ialah antara mereka yang baik hati. Walaupun tidak memeluk Islam, dia tetap membantu Baginda s.a.w dalam semua segi.

Selepas sepuluh tahun baginda s.a.w menjadi nabi, apabila Abu Talib meniggal dunia, orang kafir pun mendapat lebih banyak peluang untuk menghalang penyebaran Islam dan meyeksa orang Islam dengan berbagai-bagai cara secara terbuka. Nabi s.a.w telah pergi ke Taif dengan anggapan bahawa di sana ada kabilah Thaqif yang ramai bilangannya. Sekiranya kabilah tersebut memeluk Islam maka kaum muslimin di Mekah akan mendapat keselamatan daripada segala kesusahan tersebut dan Taif akan menjadi pusat penyebaran Islam.
Setelah tiba di sana, Baginda s.a.w telah berbicara dangan tiga pembesar yang dianggap tinggi darjatnya. Baginda s.a.w menyeru mereka kepada agama ALLAH dan berusaha menarik perhatian mereka untuk membantunya. Walaubagaimanapun, mereka bukan sahaja tidak menerima ajaran Baginda, sebaliknya telah menjawab secara kasar dan tidak berakhlak sekali. Sekurang-kurangnya mereka patut melayan tetamu yang baru datang dengan baik sesuai dengan sifat suka melayan tetamu yang memang termashur di kalangan bangsa Arab. Sebaliknya mereka telah menjawab secara kasar. Mereka juga tidak rela Nabi s.a.w tinggal di sana. Nabi s.a.w menganggap mereka yang merupakan pembesar kaum ialah orang yang baik dan akan bercakap dengan sopan tetapi salah seorang daripada mereka telah berkata:

"Hoi! Engkaukah orangnya yang ALLAH hantar sebagai nabi?"

Orang yang kedua pula berkata,"Tidakkah orang lain daripada kamu yang ALLAH temui untuk diutus sebagai Nabi?"

Orang yang ketiga pula berkata,"Aku tidak ingin bercakap dengan kamu, kerana kalaulah kamu sememangnya nabi sebagaimana didakwa maka mengingkari percakapanmu mandatangkan musibah dan sekiranya kamu seorang pendusta, aku tidak ingin bercakap dengan orang seumpama itu."

Apabila Nabi s.a.w tiada menaruh harapan lagi terhadap pembesar-pembesar itu, Baginda s.a.w cuba bercakap-cakap pula dengan orang lain kerana Baginda s.a.w ialah seorang yang mempunyai hemah dan kecekalan seumpama gunung. Malangnya tiada seorang pun yang sanggup menerima. Bukan sahaja mereka tidak menerima bahkan telah berkata kepada Nabi s.a.w, "Keluarlah dari bandar kami ini serta-merta. Pergilah ke mana-mana yang kamu suka."

Apabila Baginda s.a.w sudah langsung tiada menaruh harapan lagi terhadap mereka maka Baginda s.a.w telah memulakan langkah untuk pulang. Mereka telah menghantar budak-budak untuk mengejar, megejek,mempersendakan dan melontari Baginda s.a.w dengan batu hinggakan kedua-dua kasut Baginda s.a.w dilumuri dengan darah yang mengalir. Dalam keadaan itulah Nabi s.a.w pulang. Apabila Baginda s.a.w sudah selamat daripada pengacau-pengacau tersebut, Baginda s.a.w berdoa:

Mahkfum doa nabi : "Ya ALLAH, kepadaMU aku mengadu kelemahanku, kekurangan daya-upayaku dan kehinaanku pada pandangan manusia. Ya! Arhamarrahimin! Engkaulah Tuhan orang yang ditindas. Engkaulah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau menyerahkan diriku ini, kepada orang asing yang akan menyerang aku atau kepada musuh yang menguasaiku? Sekiranya Engkau tidak murka kepadaku maka aku tidak peduli. Namun, afiatMu sudah cukup buatku. Aku berlindung dengan nur wajahMu yang menerangi segala segala kegelapan dan teratur di atas nur itu urusan dunia dan akhirat, daripada Engkau menurunkan kemarahanMu kepadaku atau Engkau murka kepadaku. KepadaMulah aku tetap merayu sehingga Engkau reda. Tiada sebarang daya (untuk melakukan kebaikan) dan tiada upaya (untuk meninggalkan kejahatan) kecuali denganMu."

Dengan doa sedemikian, bersemaraklah sifat qahhar ALLAH s.w.t, Raja segala kerajaan. Lalu Jibrail a.s datang memberi salam dan berkata, "ALLAH s.w.t telah mendengar perbualan kaum itu dengan tuan dan telah mendengar jawapan mereka serta menghantar satu malaikat yang bertanggungjawab ke atas gunung-gunung. Perintahkan sahaja malaikat itu supaya melakukan apa-apa yang tuan kehendaki." Selepas itu, malaikat tersebut memberi salam dan berkata,"Saya akan menunaikan segala yang diperintahkan supaya saya melagakan bukit-bukau di kedua-dua arah supaya mereka semua akan hancur atau apa-apa sahaja hukuman yang tuan tetapkan." Baginda s.a.w ialah seorang yang amat pengasih lagi belas kasihan. Baginda s.a.w telah memberi jawapan,"Aku tetap menaruh harapan kepada ALLAH bahawa walaupun mereka ini tidak memeluk Islam, pasti akan lahir orang yang akan menyembah ALLAH s.w.t dan beribadat kepadaNya di kalangan anak-anak mereka."

Iinilah dia akhlak peribadi mulia seorang yang kita kononya berbangga-bangga menjadi pengikutnya. Sebaliknya, apabila kita sendiri mengalami sedikit kesusahan atau kita dilempari dengan kata-kata kesat, kita akan menjadi begitu marah sehingga kita menaruh perasaan dendam yang tidak akan padam-padam seumur hidup kita terhadap orang yang telah menyakiti kita. Kezaliman demi kezaliman kita lakukan ke atasnya sedangkan kita mengaku yang kita ialah pengikut Nabi Muhammad s.a.w yang mengikut jejak langkah Baginda s.a.w. Setelah menaggung kesusahan dan penderitaan yang sebegitu dasyat, Baginda s.a.w sendiri tidak pun mendoakan keburukan ke atas mereka dan tidak juga mengambil sebarang tindakbalas.